Sahabat...
Tidak kira sama ada doa itu dalam keadaan terdesak atau semata-mata menunaikan kewajipan, setiap doa pasti Allah beri perhatian. Allah berfirman yang bermaksud: “Berdoalah kepada-Ku nescaya aku (Allah) akan perkenankan.”
(Surah Ghafir : 60 )
Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: “Sesungguhnya Tuhanmu yang Maha Suci lagi Maha Tinggi itu pemalu lagi mulia. Dia malu terhadap hamba-hamba-Nya yang mengangkat tangan berdoa, tiba-tiba tidak diberi oleh-Nya akan permintaan itu.” (Riwayat al-Tirmizi no. 3556 dan Abu Daud no. 1448)
Lihat betapa hebatnya sifat Pemurah dan Pengasih Allah, Dia bukan sahaja memerintahkan kita berdoa, malah Dia mengajar apa yang patut kita doakan dan bagaimanakah caranya kita harus berdoa. Tidak cukup sekadar itu, Allah berjanji untuk mempertimbangkan doa-doa itu. Sebuah syair mengungkapkan hakikat ini dengan begitu indah sekali:
“Allah s.w.t. murka jika engkau tidak memohon kepada-Nya.
Sebaliknya manusia murka apabila kau sering minta kepadanya.”
Berdoa itu satu langkah yang produktif. Bahkan menurut pandangan ulama tasawuf, apabila Allah telah ringankan lidah seseorang hamba-Nya untuk berdoa, itu petanda Allah telah memberi lampu hijau untuk memperkenankan doa itu. Kata Imam Ibn Ataillah: “Tatkala Allah membukakan mulut anda dengan bermohon kepada-Nya maka ketahuilah, sesungguhnya Allah berkehendakkan doa anda diperkenankan.”
Yakinlah bahawa apabila Allah mengilhamkan kepada hati kita untuk berdoa, maka sudah tentu Allah akan memperkenankan doa kita itu. Tetapi jika Allah tidak berkehendak memperkenankan sesuatu doa, maka sudah tentu Dia tidak mengilhamkan kepada hati kita ke arah itu.
Oleh sebab itu, janganlah berdoa dalam keadaan terlalu mendesak dan memaksa Allah. Itu bukan sifat seorang hamba yang baik. Untuk mengatasi sikap ini tanamkanlah ke dalam jiwa satu keyakinan bahawa nikmat yang telah Allah berikan adalah lebih banyak dan lebih bernilai daripada apa yang sedang kita minta dalam doa kita itu...
Wallahu a'lam.

No comments:
Post a Comment