Kehadiran anak pasti sangat dinantikan oleh pasangan suami isteri.Selain berusaha, berdoa juga tidak boleh ditinggalkan. Bahkan orang yang hanya berusaha tanpa berdoa termasuk dalam kategori orang sombong. Seolah-olah hanya dengan usahanya boleh merealisasikan kemahuannya tanpa peranan Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai Pencipta.
Dalam Al-Qur'an ada beberapa doa yang dipanjatkan oleh hamba-hamba Allah yang soleh agar dikurniakan dzurriyah tayyibah( keturunan yang baik) yang menjadi qurrata a'yun ( peyejuk mata). Dari doa mereka tersebut, Allah berkenan mengabulkan dan mengurniakan keturunan yang soleh. Apalah ertinya seorang anak, jika akhirnya ia menjadi musuh Allah. Memang di masa kecilnya ia menjadi permata, namun ketika sudah besar ia menjadi bencana.
Antara doa-doanya:
1. Doa Nabi Ibrahim 'alaihis salam
"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang soleh," (QS. Ash-Shafat: 100).
Anak soleh yang dimohon Nabi Ibrahim a.s dalam doanya adalah anak yang taat kepada Allah sebagai ganti dari kaumnya yang dia tinggalkan kerana sudah tak boleh lagi diharapkan akan beriman. Kemudian Allah kurniakan seorang ghulaam haliim (seorang anak yang amat sabar), iaitu Ismail 'alaihis salam. Dialah anak pertama Nabi Ibrahim berdasarkan rumusan kaum muslimin, bahkan disepakati juga oleh Ahlul kitab.
2. Doa Nabi Zakaria 'alaihis salam
"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa," (QS. Ali Imran: 38).
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Zakaria a.s setelah melihat keadaan Maryam yang mengabdikan dirinya di Mihrab hanya untuk Ibadah kepada Allah. "Setiap kali Nabi Zakaria a.s masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: 'Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?' Maryam menjawab: 'Makanan itu dari sisi Allah'. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab." (QS. Ali Imran: 37)
Setelah Nabi Zakaria a.s melihat kurnia Allah atas Maryam berupa makanan dan buah-buahan musim dingin pada musim panas dan buah-buahan musim panas pada musim dingin tanpa usaha dan bekerja, maka dia pun berharap, bermunajat, dan berdoa kepada Allah agar dikurniakan anak, walaupun usianya sudah tua sementara isterinya juga sudah tua. Namun demikian dia tidak berputus asa dan berdoa dengan doa di atas.
Dzurriyah Thayyibah maknanya adalah anak yang soleh, berakhlak dan beradab agar sempurna nikmat deen /agama dan dunianya.
Kemudian Allah mengabulkan doanya dengan kelahiran Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang soleh.
3. Doa 'ibadur rahman (hamba-hamba Allah yang soleh)
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa," (QS. Al-Furqan: 74).
Isteri dan keturunan yang menjadi qurrata a'yun (penyenang hati), adalah yang senantiasa taat kepada Allah dan beribadah kepada-Nya semata, Dzat yang tiada sekutu bagi-Nya.
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah memaknakan "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)," adalah yang taat kepada Allah, kerana tiada sesuatu yang lebih membuat senang pandangan seorang mukmin dari melihat orang yang dicintainya dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Maha suci Allah